Aplikasi marketing yang lagi trends 2020

Aplikasi marketing yang lagi trends 2020

Selagi masih awal tahun 2020, kamu perlu pahami trend pemasaran (marketing trends) yang mungkin bakal semakin merajalela tahun ini biar bisnismu tidak termakan evolusi teknologi. Satu dekade lalu, nilai produk dan promosi produk secara mobile atau melalui aplikasi baru saja dilirik sama para marketer. Tidak berhenti di sana, pembayaran melalui cara baru mulai dipantau bersamaan dengan peran content creator dalam ciptakan image atau citra sebuah brand.

Mengikuti perkembangan zaman, perubahan marketing trends makin signifikan pada saat Artificial Intelligence (AI) mulai mendominasi persaingan pasar. Kalau anda perhatikan, peran AI dalam pasarkan produk atau brand juga makin meningkat sesudah tahun 2016. Jika begitu, apa sajakah marketing trends yang kemungkinan besar bakal digandrungi para marketer di tahun 2020?

Marketing Trends 2020
Artificial Intelligence (AI)

AI sepertinya masih jadi primadona pada kalangan marketer. Lembaga riset, Gartner, bahkan sudah perkirakan bahwa di tahun 2020, teknologi AI bakal dipakai oleh hampir seluruh produk software. Sekarang ini, setidaknya AI dipakai sama para marketer untuk sesuaikan iklan yang ditampilkan kepada target pasar secara online.

Selain itu, AI dapat dipakai juga untuk analisis perilaku konsumen dan menemukan pola terbaik. Lalu, AI juga berfungsi untuk mengoleksi data dari platform media sosial dan unggahan blog yang nantinya dapat dipakai buat membantu bisnis mengetahui gimana para pelanggan dapat temukan produk atau layanan mereka. Kamu bisa mulai terapkan marketing trends ini dengan pelajari metrik analisis terhadap website yang tersaji di Google Analytics. Berikut ini ialah alasan kenapa anda perlukan AI yang sudah dirangkum oleh Habr.

Live Chat atau Chatbot

Apakah kamu pernah gunakan fitur Ninja Support ? Jika belum pernah, anda dapat mencobanya. Fitur Ninja Support ialah marketing trends selanjutnya.

Berdasarkan penelitian dari Gartner, chatbot atau live chat bakal mendominasi 85% dari seluruh komunikasi yang dijalankan sama perusahaan dalam lakukan pemasaran. Artinya, komunikasi pintar yang dapat merespon pesan dengan cepat sekarang ini sudah menjadi tren yang patut dilirik oleh marketer pada tahun 2020. Gimana dengan bisnismu, sudah mulai menerapkan teknik ini?

Personalisasi Iklan

Belum beranjak jauh dari pembahasan soal AI, personalisasi iklan sekarang ini juga lagi jadi marketing trends yang dapat anda terapkan melalui penggunaan hasil analisis data pelanggan. Tidak cuma melalui website, kamu juga dapat lakukan analisis melalui data yang didapat dari hasil penayangan video iklan atau hasil engagement dari konten yang anda unggah pada berbagai platform media sosial.

Baca juga : penjelasan-internet-marketing-dan-jenis-internet-marketing

Bertambahnya jumlah pemasar yang menggunakan teknologi AI membuat para pelanggan perlukan pendekatan yang lebih manusiawi ketimbang angka atau kalimat otomatis yang terdengar seperti robot. Ditambah lagi, survei Epsilon menyatakan kalau 90% pengguna internet usia 18-64 tahun mengaku kalau pendekatan personal lebih menarik buat mereka. Tidak kalah penting, penelitian yang sama juga menyebutkan kalau 85% para konsumen lebih tertarik untuk berlangganan dengan perusahaan yang mampu tawarkan pengalaman yang dapat disesuaikan sama penggunanya.

Video Marketing

Orang-orang tidak suka melihat sebuah iklan yang langsung ditampilkan pada saat melihat suatu unggahan. Oleh sebab itu, kamu dapat menjembatani pesan iklan yang mau anda sampaikan dengan menarik perhatian para target sasaran dengan video marketing yang menarik. Tidak perlu berdurasi panjang, anda bisa mulai membuat video berdurasi 1-2 menit untuk memikat perhatian target sasaranmu.

Bicara soal target sasaran, kamu tidak cuma dapat tujukan sasaran ke B2C saja, namun melalui video marketing, iklanmu juga dapat ditujukan kepada relasi bisnis B2B. Pasalnya, penelitian Impact tunjukkan kalau 65% manajer sebuah perusahaan mengunjungi website yang dipromosikan dan 39% dari mereka menelepon vendor sesudah diyakinkan sama video marketing. For your information, video marketing tidak melulu soal iklan, ada beberapa jenis video marketing yang dapat anda buat, misalnya web series, live video, video tutorial, dan sejenisnya.

Influencer

Influencer ialah orang yang mampu sebarkan pesan yang dituju sama sebuah brand kepada khalayak yang dimilikinya. Orang yang dipilih jadi influencer ialah mereka dengan niche yang satu tipe dengan brand yang mau beriklan. Contohnya, jika bisnismu bergerak pada bidang IT, kamu dapat gunakan influencer yang sering kasihkan konten bertema teknologi.

Beberapa alasan kuat kenapa anda butuh gunakan influencer untuk menjaring target pasar dari bisnismu ialah sebab influencer jadi marketing trends yang mulai meroket ketika pertengahan dekade lalu. Selain itu, pendekatan yang dilakukan bakal terasa lebih personal pada target sasaran, sebab anda tawarkan pada orang-orang yang tepat dengan jumlah yang lebih banyak ketimbang mengiklankan pada media sosial brand-mu sendiri. Gimana, menarik ‘kan?

Stories di Media Sosial

Mungkin anda pernah gunakan fitur ini sejak tahun 2013 pada Snapchat dirilis secara umum. Sekitar tiga tahun setelahnya, Instagram turut merilis fitur sama yang dijuluki “Instagram Stories.” Perkembangan ini diikuti sama WhatsApp, Facebook, Skype, lalu YouTube.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *